Ayat 116 Al Maidah: Menjaga Tauhid, Menghindari Syirik
Ayat 116 Al Maidah: Menjaga Tauhid, Menghindari Syirik
HARI SANTIRI SAFINATUL ILMI

📖 Ayat yang Dibahas

Surat Al-Māidah ayat 116 (QS. 5:116):

وَإِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِى وَأُمِّىَ إِلَـٰهَيْنِ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَـٰنَكَ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِى بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُۥ فَقَدْ عَلِمْتَهُۥ ۚ تَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِى وَلَآ أَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّـٰمُ ٱلْغُيُوبِ

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, ‘Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’ Isa menjawab: ‘Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib’.”
(QS. Al-Māidah: 116)


🕊️ Makna dan Kandungan Ayat

Ayat ini menggambarkan dialog Allah dengan Nabi Isa ‘alaihissalam di hari kiamat, di mana Allah menanyakan apakah Nabi Isa pernah menyuruh manusia menjadikannya dan ibunya sebagai sesembahan selain Allah.

1. Penegasan Tauhid

Ayat ini menjadi pelajaran penting tentang kemurnian tauhid. Nabi Isa dengan tegas menyatakan bahwa beliau tidak pernah mengajak manusia untuk menyembah dirinya atau ibunya, melainkan hanya menyeru kepada ibadah kepada Allah semata.

2. Peringatan terhadap Syirik

Allah menegur dan menyampaikan keburukan mempertuhankan manusia, sebagaimana dilakukan sebagian umat Nasrani. Ini adalah bentuk penyimpangan akidah yang sangat dilarang dalam Islam.

3. Adab Nabi Isa kepada Allah

Lihatlah bagaimana Nabi Isa bersikap penuh adab dalam menjawab: “Subḥānaka…” (Maha Suci Engkau), seolah ingin menyucikan Allah dari segala prasangka bahwa seorang nabi bisa mengajarkan kesyirikan.

4. Ilmu Allah yang Maha Luas

Nabi Isa menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui segala hal yang ada di sisi Allah, namun Allah mengetahui segala isi hati dan niat terdalam manusia. Ini menunjukkan keterbatasan manusia dan kesempurnaan ilmu Allah.


🌱 Hikmah dan Tadabbur Ayat

A. Menjaga Kemurnian Akidah

Umat Islam harus menjaga kemurnian akidah dari segala bentuk syirik, baik yang besar maupun kecil. Jangan sampai mengikuti jejak umat terdahulu yang berlebihan dalam mencintai nabi hingga mempertuhankan.

B. Meneladani Adab Nabi

Dalam menjawab pertanyaan Allah, Nabi Isa tidak serta-merta menolak dengan kasar, tapi diawali dengan kalimat penyucian terhadap Allah. Ini mengajarkan kita tentang adab dalam berbicara dengan Allah dan sesama.

C. Bahaya Kultus Individu

Mencintai ulama atau tokoh agama adalah kebaikan, namun berlebihan hingga menyerupakan mereka dengan sifat ketuhanan adalah bahaya besar. Ayat ini mengingatkan agar kita tidak melakukan pengultusan terhadap manusia.


📌 Kesimpulan

Surat Al-Māidah ayat 116 menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk:

  • Selalu menjaga tauhid murni hanya kepada Allah ﷻ

  • Tidak mencampurkan akidah dengan penghormatan yang berlebihan kepada makhluk

  • Meneladani adab para nabi dalam berbicara dan beriman

Mari kita terus memperkuat iman kita dan menjauhi segala bentuk syirik, sekecil apa pun itu.

Bagikan 

WhatsApp
Facebook
Twitter
Threads
Pinterest
Telegram
Email
LinkedIn
X
Skype
MUSABAQOH  TILAWATUL QUR'AN KE-VIII
MUSABAQOH TILAWATIL QUR'AN KE-VIII PONPES AL FURQON JAMBUDIPA CISARUA BANDUNG BARAT
photo_6107413512201549596_y
Rihlah Akhir Tahun Ajaran 2025 2026
photo_6129907020434885085_w
Olah Raga Berenang
photo_6091571916172281376_y
Olah Raga Futsal
Libur Idul Fitri 1447H
Donasi THR Lebaran 1447H
6055418582285356077
DONASI PENGADAAN MOBIL AMBULANCE
WhatsApp Image 2025-10-29 at 09.03.05
PENJENGUKAN RUTIN SANTRI PQSI
Poster Instagram Kajian Kisah Para Nabi Cokelat Vintage (1)
KAJIAN BULANAN " SIROH NABAWIYYAH "